Sunday, October 30, 2016




EKONOMI KOPERASI
REVIEW JURNAL KOPERASI





Disusun Oleh:
ATIKA DEVINA EL DARI
11214782
3EA16




FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA

REVIEW JURNAL

PENGKAJIAN PENINGKATAN DAYA SAING
USAHA KECIL MENENGAH
YANG BERBASIS PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL
(Studi Kasus pada Koperasi di Sentra UKM)
      

Latar Belakang Masalah
Pasal 33 UUD 1945 mengamanatkan bahwa perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi dan berpihak pada rakyat. Selaras dengan pasal 33 UUD 1945, GBHN Tahun 1999 menekankan berjalannya demokrasi ekonomi dengan meningkatkan kemampuan koperasi dan usaha kecil serta menengah. Amanat GBHN tahun 1999 tersebut tersurat dalam arah kebijakan ekonomi butir II, yaitu memberdayakan pengusaha kecil, menengah, dan koperasi agar lebih efisien, produktif, dan berdaya saing dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif dan peluang usaha yang seluas-luasnya. Arah kebijakan ekonomi butir II merupakan dukungan perkuatan kepada pengusaha kecil, menengah, dan koperasi, perlindungan dari persaingan yang tidak sehat, memberikan pendidikan dan pelatihan, informasi bisnis dan pelatihan, dukungan teknologi, permodalan, dan lokasi usaha yang strategis.
            Upaya peningkatan daya saing UKM pada tingkat menteri tercerrmin dari Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM No. 71/Kep/Meneg/VII/2000 tentang Pedoman Kelembagaan UKM dengan sasaran menghasilkan koperasi dan UKM yang memiliki daya saing dan meningkatkan kemampuan Koperasi dan UKM melalui pengembangan komoditas unggulan. Selanjutnya pada tataran strategis, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyusun Rencana strategis Pembangunan KUKM. Pada tataran realitas terutama pada masa Orde Baru belum mengalami UKM kurang mendapat perhatian dan terpinggirkan dibandingkan usaha besar dan gerak perekonomian nasional.  
Kebijakan pengembangan UKM masih mengalami distorsi, sehingga tujuan dan sasarannya belum tercapai secara optimal. Untuk menghilangkan distorsi tersebut, stakeholder, pemerintah , non pemerintah melakukan upaya peningkatan daya saing secara bertahap dan berkesinambungan, antara lain berperan sebagai penyedia BDS. Peningkatan daya saing secara bertahap artinya peningkatan daya saing dimulai dengan upaya memenangkan persaingan pada tingkat lokal. Kemudian dikembangkan untuk wilayah /kawasan yang makin meluas sehingga secara hirarkis pelaku bisnis lokal dapat turut bermain dan memenangkan persaingan secara bertahap dan alamiah.


Tujuan Penelitian
             Mengkaji komoditas unggulan daerah yang memiliki potensi untuk ditingkatkan daya saingnya, Mengkaji model-model pengembangan ekonomi lokal dalam meningkatkan daya saingnya, Tersedianya hasil inventarisasi model pengembangan UKM yang berbasis pada pengembangan ekonomi lokal, Tersedianya hasil identifikasi model pengembangan ekonomi lokal dalam meningkatkan daya saingnya.

Metode Penelitian
            . Faktor yang mempengaruhi perkembangan ekonomi lokal, mencakup Pendapatan Asli Daerah (PAD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan jumlah tenaga kerja.

Populasi dan Sampel
            Populasi dalam penelitian ini adalah koperasi-koperasi yang berada di Sentra UKM. Sampel. Sedangkan Sampel dalam penelitian ini lebih dari 30 orang  yang ada di Sentra UKM.

Pembahasan
Komposisi responden berdasarkan propinsi/wilayah penelitian dalam kajian ini yaitu; provinsi Sulawesi Selatan 31,6 %, Jawa timur 19,0 %, Jawa Barat 17,7%, Nusa Tenggara Barat 6,3 %, Sumatera Selatan 6,3 %, Sumatera Utara 12,7 % dan Kalimantan Selatan 6,3 % dari jumlah responden. Dilihat dari sisi usia, sebagian besar responden berusia 31 . 40 tahun kemudian usia 41 . 50 tahun merupakan urutan besar kedua. Berdasarkan tingkat pendidikan komposisi responden yaitu; SD 14,8%, SMP 23,2 %, SMA 49,7%, Diploma 5,2 % dan S1 sebesar 7,1 %. Sedangkan berdasarkan bentuk badan usaha komposisi responden yaitu; CV 41,9%, UD 54,8% dan TDI sebesar 3,2 %.

Kesimpulan, Keterbatasan dan Saran
Kesimpulan
Dari hasil analisis data dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
     1. Pembangunan ekonomi lokal secara umum tidak berpengaruh secara signifikan terhadap     perkembangan kinerja sentra UKM yang diukur dengan laju perubahannilai tambah dan produktivitasnya.
    2. Kebijakan finansial pemerintah kabupaten/kota secara umum tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pekembangan kinerja sentra UKM di daerahnya, kecuali untuk daerah provinsi Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Saran
            Saran yang dapat diberikan sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian adalah hasil kajian mengindikasikan hampir seluruh daerah kabupaten/kota telah menetapkan komoditas unggulan daerah. Proses penentuan komoditas unggulan umumnya didasarkan pada kapasitas produksi tanpa mencoba mengkaji keunggulan bersaing dari komoditas tersebut dibandingkan daerah lainn

REVIEW JURNAL

Pengkajian Dukungan Finansial dan Nonfinansial
dalam Pengembangan Sentra Bisnis UKM
Variyetmi Wira (1), Gustati (2)
Politeknik Negeri Padang
Kampus Politeknik Negeri Padang, Limau Manis, Padang, 75000
Telp: 0751-72950
     
Latar Belakang Masalah
                Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia pada tahun 2001 sekitar 40.137.661 unit, meru­pakan 99,6 persen dari keseluruhan populasi pelaku bisnis di Indoensia dan tersebar pada berbagai sektor serta bidang usaha yang menyentuh kepentingan orang banyak, memberikan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 65.246.294 orang, dan produk nasional bruto sebesar 56,7 persen. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa sebenarnya UKM mempunyai potensi yang besar untuk dikembang­kan. Namun demikian, perannya masih tertumpu pada penyerapan kerja, sedangkan pada indikator ekonomi lainnya peran UKM masih relatif kecil. Hal ini menunjukan bahwa UKM masih mengandalkan aktivitas bisnisnya pada bidang usaha yang padat
tenaga kerja.
Karena itu, pendekatan kualitas sumberdaya manusia pelaksna UKM semakin mendesak untuk diwujud­kan, karena merupakan salah satu masalah yang dihadapi UKM, di samping masalah lain yang berkaitan dengan aksesibilitas terhadap sumber-sumber produktif, seperti pembiayaan, pasar, teknologi, dan informasi.

Tujuan Penelitian
            Penelitian ini bertujuan untuk sebagai acuan bagi semua pihak yang bekaitan dengan dukungan finansial dan nonfinansial dalam pengembangan sentra/klaster bisnis UKM, juga dapat digunakan sebagai masukan/rekomendasi bagi rumusan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan sentra/klaster bisnis UKM, layanan pengembangan bisnis, serta modal awal dan padanan dalam pengembang­an UKM melalui pendekatan sentra bisnis.

Metode Penelitian
1.      Desain Penelitian
            Penelitian  ini  adalah  penelitian  lapangan  yang  berbentuk  suvey, eksplanatoris (explanatory  research). Penelitian  ini  bertujuan  untuk  membahas  tentang  upaya  penguatan  KJKS  sebagai  lembaga  keuangan  mikro syariah dalam pemberdayaan
perekonomian masyarakat di Kota Padang.
2.      Objek Penelitian
            Pendamping, atau pengelola yang  mewakili  masing-masing KJKS  yang  tersebar pada  11  (sebelas)  kecamatan di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
sebanyak 104 KJKS.
3.      Metode Penetapan Sampel
            Penetapan sampel dalam penelitianini menggunakan sample dengan metode sensus, karena penelitian ini mengambil seluruh KJKS yang ada di Kota Padang.
4.      Data dan Teknik Pengumpulan Data
            Data  yang  digunakan  dalam  penelitian  merupakan  data  primer  berupa  instrumen yang  berisikan informasi   tentang   pengelolaan   KJKS. Instrumen   yang   diteliti
mencakup   sumber   modal,   akses   terhadap permodalan,  partisipasi  modal,  transaksi  usaha,  hubungan  dengan  masyarakat,  kerjasama  dengan  pemerintah, kerjasama antar koperasi, kerjasama dengan lembaga donor, dan kerja sama dengan sektor swasta . Instrumen ini disebar ke seluruh KJKS yang ada di Kota Padang. Responden dalam objek penelitian ini adalah yang mewakili  KJKS dalam mengisi kuisioner penelitian. Disamping itu penelitian ini juga didukung oleh data sekunder berupa Laporan Rapat Anggota Tahunan KJKS.

Hasil Penelitian
a.      Gambaran Demografi Responden
            Sampel yang terkumpul yang dapat diolah sebanyak 103 KJKS. Sampel tersebut tersebar pada kecamatan yaitu 6 KJKS dari Kecamatan Bungus, 13 KJKS dari Kecamatan Koto Tangah,  9 KJSK dari Kecamatan Kuranji, 15 KJKS dari Kecamatan Lubuk Begalung, 7 KJKS dari Kecamatan Lubuk Kilangan, 6 KJKS dari Kecamatan Nanggalo, 10 KJKS dari Kecamatan Padang Barat, 12 KJKS dari Kecamatan Padang Selatan (termasuk 1 KJKS yang tidak dapat diolah), 10 KJKS dari Kecamatan Padang Timur, 7 KJKS dari Kecamatan Padang Utara, dan 9 KJKS dari Kecamatan Pauh. Mayoritas, responden adalah perempuan sebanyak 79 orang, sedangkan sisanya adalah laki-laki. Responden umumnya berposisi sebagai manajer KJKS, didirikan pada tahun 2010, dan telah berbadan hukum serta beranggotakan lebih dari 145 orang.
b.      Uji Validitas dan Reliabilitas Data
            Hasil uji Validitas dan Realibilitas Instrumen Pengelolaan Organisasi KJKS untuk masing-masing komponen instrumen adalah valid dan reliable. Instrumen yang diteliti mencakup sumber modal, akses terhadap permodalan, partisipasi modal, transaksi usaha, hubungan dengan masyarakat, kerjasama dengan pemerintah, kerjasama antar koperasi, kerjasama dengan lembaga donor, dan kerja sama dengan sektor swasta .
c.       Sumber Dana KJKS dari Anggota
            Hasil pengolahan data memperlihatkan mayoritas KJKS di Kota Padang memiliki modal anggota berkisar lebih dari Rp.33.238.900 sampai dengan Rp.49.858.350,-  yaitu sebanyak 27 KJKS dengan jumlah anggota berkisar 97 sampai 144 orang. Meskipun modal anggota masih relatif sedikit, namun pengurus dan pengelola bersama anggota KJKS tetap berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan modal sendiri sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan aset dengan sendirinya. Untuk mewujudkan hal ini, anggota KJKS patuh dan taat membayar simpanan pokok ataupun simpanan wajib. Disamping itu, KJKS juga menyisihkan cadangan dari SHU untuk menambah modal KJKS.  
d.      Berasal dari Non Anggota
            KJKS dipercaya untuk menjalankan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan perekonomian masyarakat bersama pemerintah.Program ini diwujudkan dengan menyalurkan Modal Penyertaan Kelurahan pada KJKS. Modal penyertaan ini mampu meningkatkan jumlah dana KJKS, dan nantinya akan dikucurkan kepada anggota KJKS. Untuk memperlancar program tersebut, KJKS menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah lokal dan nasional. KJKS turut dilibatkan dalam forum dialog untuk penetapan kebijakan baik ditingkat lokal, regional maupun nasional. Hal ini ditujukan agar KJKS dapat memberikan masukan terhadap rencana kegiatan tahunan pemerintah.
e.       Upaya Penguatan KJKS Dalam Rangka Pemberdayaan Perekonomian Masyarakat
            KJKS cukup mudah dan dipercaya memperoleh dana dari pihak lain. Hal ini disebabkan KJKS sudah cukup punya kemampuan dalam memenuhi standar atau kriteria pembiayaan, dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan modal pihak lain. Disamping itu KJKS juga berupaya melakukan kerjasama dengan lembaga donor, baik nasional ataupun internasional.Untuk mewujudkan kerjasama ini KJKS berupaya memiliki kredibilitas dimata lembaga donor dan memiliki kapasitas untuk berdialog serta bernegoisiasi dengan lembaga donor.Begitu juga halnya dengan sektor swasta, KJKS menjalin hubungan yang baik dan memiliki kapasitas untuk berhubungan dengan sektor swasta.Hal ini ditujukan untuk membangun kepercayaan dalam mengembangkan program ekonomi dengan sektor swasta.

Kesimpulan, Keterbatasan dan Saran
Kesimpulan
            KJKS dipercaya untuk menjalankan program pengetasan kemiskinan dan pemberdayaan perekonomian masyarakat bersama pemerintah.KJKS merupakan salah satu langkah strategis yang ditempuh pemerintah Kota Padang  dalam  upaya  penanggulangan  kemiskinan, dengan  bekerjasama  langsung  bersama  masyarakat. KJKS diharapkan sebagai wadah pengembangan ekonomi masyarakat Kelurahan yang miskin.
                Hasil  penelitian  adalah  responden  penelitian tersebar  pada 11 kecamatan  di  Kota  Padang,  didirikan pada tahun 2010, dan telah berbadan hukum serta beranggotakan  lebih   dari   145   orang. Responden mayoritasadalah  perempuan,  umumnya  berposisi  sebagai
manajer  KJKS.  Mayoritas  KJKS  di  Kota  Padang memiliki  modal  anggota  berkisar  lebih  dari  Rp.33.238.900  sampai  dengan  Rp.49.858.350,- dengan  jumlah anggota  berkisar  97  sampai  144  orang,  dan  terdapat  total  modal  anggota  mencapai  Rp.132.955.600  dengan jumlah anggota  lebih 300 orang. Selain itu, sumber  modal  KJKS juga  mayoritas dari SHU  yang diperoleh dan adanya Modal Penyertaan Kelurahan yang disalurkan Pemerintah kota Padang pada 54 KJKS.
Keterbatasan
Penelitian ini mempunyai keterbatasan yaitu:
a)      Penelitian ini hanya mengkaji KJKS yang berlokasi di Kota Padang saja.
b)      Tidak mengkaji secara mendalam kendala-kendala KJKS baik dari pendanaan ataupun pembiayaan.
c)      Hanya melibatkan pengelola, dan pengurus KJKS dalam pengisian data kuisioner.
Saran
Adapun saran dari penelitian ini yaitu:
a)      Bagi kelengkapan penelitian ini, sebaiknya ruang lingkup penelitian lebih  dikembangkan pada seluruh KJKS yang berada kota dan kabupaten di Provinsi Sumatera Barat.
b)      Mengkaji secara mendalam kendala-kendala KJKS baik dari aspek permodalan ataupun aspek pembiayaan.
c)      Melibatkan anggota KJKS dalam pengisian data kuisione



REVIEW JURNAL

Strategi Pemasaran dan Kualitas Pelayanan terhadap Profitabilitas Usaha Koperasi Produksi Susu Peternakan
Alan Sugandi
Jurusan Penyuluhan Peternakan
Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor

Latar Belakang Masalah
            Rendahnya kualitas lembaga dan organisasi koperasi menyebabkan kinerja tertinggal dan kurangnya citra baik koperasi di masyarakat. Kurangnya pemahaman tentang koperasi sebagai badan usaha yang memiliki struktur  kelembagaan  (struktur  organisasi,  struktur  kekuasaan,  dan  struktur  insentif)  yang  unik/khas dibandingkan badan usaha lainnya, serta memasyarakatnya mendapatkan sedikit informasi tentang hak-hak koperasi (praktik terbaik) telah menyebabkan berbagai masalah hambatan mendasar bagi kemajuan koperasi di Indonesia.
            Menurut Riadi (2004:13), permintaan dunia terhadap  pangan  hewani  (daging,  telur, dan  susu  serta produk olahan lainnya) sangat besar dan diproyeksikan akan  meningkat  sangat  cepat selama periode tahun 2005–2020 mendatang khususnya negara-negara sedang  berkembang.  Penduduk  dunia pada saat  ini sekitar  6,3  miliar  dan  akan  diperkirakan  meningkat sebanyak 76 juta jiwa setiap tahunnya. Dari jumlah seluruh penduduk tersebut, sekitar 5,3 miliar (84%) diantaranya  berdomisili  di  negara-negara  sedang berkembang yang rata-rata tingkat konsumsi susunya relatif lebih rendah.
            Produksi susu pada Koperasi Produksi Susu dan Usaha  Peternakan  (KPS  Bogor)  adalah  10.228.760 liter lebih pertahun dari 3.503 ekor sapi perah dewasa. KPS Bogor adalah penghimpun para peternak/kelompok  peternak  yang  berada  di  Kota  atau  Kabupaten Bogor dan Kabupaten Depok dalam pemasaran dan penjualan  susu,  dengan  jumlah  anggota  430  orang yang  juga  bergabung  dalam  11  kelompok  peternak susu.
            Kualitas susu segar yang masih rendah mengakibatkan rendahnya harga jual yang juga akan mempengaruhi tingkat profitabilitas usaha yang dilakukan, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya penerapan berbagai cara di antara penerapan strategi pemasaran produk dan peningkatan kualitas pelayanan terhadap seluruh stakeholder yang terlibat dalam roda KPS  Bogor.

Tujuan Penelitian
1)      menganalisis strategi pemasaran hubungan terhadap kinerja KPS Enterprises Bogor.
2)      menganalisis hubungan Kualitas Pelayanan terhadap Kinerja Bisnis KPS Bogor.
3)      Apakah hubungan antara terhadapat Strategis Pemasaran dan Kualitas Pelayanan terhadap Kinerja Bisnis KPS Bogor.
Metode
            Data  yang  telah dikumpulkan  baik  data  primer maupun sekunder dianalisis secara kualitatif maupun kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan dengan memaparkan secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis  dengan  analisis  korelasi  product  moment pearson dan regresi linear berganda (multiple linear regression  model).

Populasi dan Sampel
            Populasi  yang menjadi  objek  penelitian  adalah karyawan  KPS  Bogor  sebanyak  sebanyak  430 orang  yang  terdiri  dari  karyawan, anggota koperasi,  kelompok  tani  dan  konsumen  yang berhubungan dengan koperasi itu sendiri. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah 81 orang.

Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
            Hasil penelitian yang dilakukan untuk menganalisis hubungan strategi pemasaran dan kualitas pelayanan terhadap profitabilitas usaha KPS Bogor, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
·         Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara Strategi Pemasaran dengan Profitabilitas Usaha baik itu wujud pelayanan, perhatian terhadap konsumen, daya tanggap KPS terhadap keluhan konsumen, jaminan yang diberikan serta keandalan petugas dalam memberikan pelayanan,.
·         Hasil pengujian statistik menunjukkan koefisien korelasi berganda (R) Strategi Pemasaran dan Kualitas Pelayanan secara bersama-sama berpengaruh terhadap Profitabilitas Usaha KPS Bogor. Ini mengindikasikan bahwa adanya hubungan yang saling berpengaruh antara variabel Strategi Pemasaran dan variabel Kualitas Pelayanan terhadap Profitabilitas Usaha KPS Bogor.
Saran
            Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran dan kualitas pelayanan bersama-sama memiliki hubungan yang sangat erat terhadap profitabilitas usaha, oleh karena itu beberapa saran yang dapat penulis usulkan:
·         Diharapkan kepada pihak KPS Bogor tetap mengutamakan kedua variabel (penerapan strategi pemasaran dan menjaga kualitas pelayanan) dalam pelaksanaan usahanya sebagai koperasi produksi susu, sehingga diharapkan profit yang diterima dapat terus-menerus meningkat.
·         Berkaitan dengan keterbatasan penelitian, kepada penelitian selanjutnya disarankan untuk menambah variabel dan faktor-faktor lain yang juga mungkin berpengaruh terhadap profitabilitas usaha.
·         Kepada pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM hendaknya dapat melakukan pendampingan pada pengusaha kecil terutama dalam permodalan dan
pemasaran produk, sehingga para pengusaha kecil dapat menjalankan usahanya dengan bersemangat

No comments:

Post a Comment