Wednesday, June 7, 2017

BUDAYA PERUSAHAAN



Nama : Atika Devina El Dari
Kelas : 3EA16
NPM : 11214782


Budaya Perusahaan



Pengertian Budaya Perusahaan
              Menurut Susanto, AB. (1997:3) : Suatu nilai-nilai yang menjadi pedoman sumber daya manusia untuk menghadapi permasalahan eksternal dan penyesuaian integrasi ke dalam perusahaan, sehingga masing-masing anggota  organisasi harus memahami nilai-nilai yang ada dan bagaimana meraka harus bertindak atau berperilaku.
             Menurut Schein, H. (1992:12): Budaya perusahaan sebagai suatu perangkat asumsi dasar akan membantu anggota kelompok dalam memecahkan masalah pokok dalam menghadapi kelangsungan hidup, baik dalam lingkungan eksternal maupun internal, sehingga akan membantu anggota kelompok dalam mencegah ketidakpastian situasi. Pemecahan masalah yang telah ditemukan ini kemudian dialihkan pada generasi berikutnya sehingga akan memiliki kesinambungan.
              Pengertian Budaya Perusahaan Menurut Para Ahli Menurut Hofstade, Geerst (1990:32) : Budaya perusahaan  didefinisikan sebagai perencanaan bersama dari pola pikir (collective programming mind) yang membedakan anggota-anggota dari suatu kelompok masyarakat dengan kelompok dari suatu budaya yang lain. Pola pikir ini pada dasarnya hanya ada dalam pikiran individu yang kemudian mengalami kristalisasi dan memiliki bentuk. Pada gilirannya pola pikir bersama ini akan meningkatkan sikap mental para anggota kelompok tersebut.



Budaya adalah kompleks nilai, gagasan, sikap, dan simbol lain yang bermakna yang melayani manusia untuk berkomunikasi, membuat tafsiran dan mengevaluasi sebagai anggota masyarakat. Budaya dan nilai-nilai diteruskan dari satu generasi kegenerasi yang lain. Budaya melengkapi orang dengan rasa identitas dan pengertian perilaku yang dapat diterima didalam masyarakat. Beberapa dari sikap perilaku yang lebih penting yang dipengaruhi oleh budaya adalah sebagai berikut:
  1. Rasa diri dan ruang
  2. Komunikasi dan bahasa
  3. Pakaian dan penampilan
  4. Makanan dan kebiasaan makan
  5. Waktu dan kesadaran akan waktu
  6. Hubungan (keluarga, orgaisasi, pemerintah, dan sebagainya)
  7. Nilai dan norma
  8. Kepercayaan dan sikap
  9. Proses mental dan pembelajaran
  10. Kebiasaan kerja dan praktek
     Budaya dari suatu masyarakat menentukan bentuk komunikasi apa yang diizinkan sehubungan dengan  masalah ini dan kerap sifat dan tingkat perilaku mencari yang dianggap sesuai oleh individu.

 "Menurut Denison, Daniel R (1990:2) Budaya perusahaan  adalah suatu istilah yang muncul untuk mengartikan variabel-variabel perilaku yang menarik banyak penelitian. Budaya itu sendiri mengacu pada nilai keyakinan dan prinsip-prinsip yang ada sebagai dasar untuk mengelola perusahaan."

    Prinsip dasar tersebut akan diperjelas dan didukung oleh praktek manajemen dan perilaku yang ada. Budaya perusahaan  menurut Denison mempunyai pengaruh terhadap keefektifan suatu organisasi.

1.    Keterlibatan (involvement)
Tingkat keterlibatan dan partisipasi yang tinggi dari karyawan akan meningkatkan rasa tanggung jawab. Rasa kepemilikan dan tanggung jawab tersebut akan meningkatkan komitmen karyawan terhadap perusahaan sehingga tidak memerlukan kontrol yang terbuka. Dengan rasa keterlibatan yang tinggi juga diharapkan dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan, dimana hal-hal tersebut penting dalam membantu menyelesaikan pekerjaan.

2.    Konsistensi (consistency)
Konsistensi menekankan pada nilai-nilai yang dimiliki perusahaan yang perlu dipahami oleh para anggota organisasi. Nilai-nilai tersebut meliputi masalah komunikasi, kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan, toleransi, penghargaan terhadap prestasi. Hal-hal tersebut mempunyai dampak yang positif terhadap proses pencapaian tujuan organisasi dan perlu dibangun atau dikembangkan dalam perusahaan secara konsisten.
Komunikasi merupakan sesuatu yang penting, karena komunikasi mempunyai unsur-unsur antara lain:
  • Suatu kegiatan untuk  membuat seseorang mengerti
  • Suatu sarana pengaliran informasi
  • Suatu sistem bagi terjalinnya komunikasi diantara individu-individu

Kerjasama dalam melaksanakan pekerjaan harus dibiasakan, karena dengan adanya kerjasama maka akan membantu mempermudah pencapaian tujuan. Penghargaan terhadap prestasi yang dicapai, harus dibentuk dalam format yang baik, dan tepat, agar dapat dijadikan motivasi dalam bekerja.

3.    Adaptabilitas (adaptability)
Menekankan pentingnya adaptabilitas di dalam perusahaan terhadap perubahan lingkungan yang terjadi. Perubahan-perubahan dalam lingkungan dapat berwujud perkembangan teknologi, perubahan kondisi ekonomi dan politik, perubahan kualitas dan sikap karyawan, tuntutan konsumen terhadap produksi perusahaan. Adaptabilitas  tidak hanya diperlukan bagi kelangsungan hidup perusahaan tetapi juga sebagai tantangan pengembangan perusahaan.

4.    Misi (mission)
Hal ini menekankan pada pentingnya kejelasan misi dan tujuan dari suatu organisasi bagi para anggotanya. Beberapa ahli berpendapat bahwa pengertian akan misi memberikan dua pengaruh utama pada fungsi organisasi, yaitu :
  • Suatu misi memberikan kegunaan dan arti yang menentukan peran sosial dan tujuan ekstra dari suatu lembaga dan menentukan peran-peran individu dari lembaga tersebut. Proses internalisasi dan identifikasi ini memberikan komitmen jangka pendek dan jangka panjang serta mengarah pada efektivitas organisasi.
  • Pengertian akan misi akan memberikan kejelasan arah pada tingkat individu, ada rasa percaya bahwa kesuksesan organisasi membutuhkan adanya koordinasi yang merupakan hasil dari menentukan tujuan bersama.

Daftar Pustaka - Pengertian Budaya Perusahaan Menurut Para Ahli
Schein, Edgaar H. 1985 Organizational Culture and Leadership. Jossey-Bass,Inc
Denison, Daniel R.1990. Corporate Culture and Organizational Effectiveness. NY. John Willey & Sons.


CONTOH UKM

ENNY BAKERY

         Enny Bakery, namanya. Toko roti milik Enny Dayalti ini sudah ada sejak tahun 2001. Mulai dari hobi mengoleksi resep dari buku atau majalah, dia memberanikan diri untuk membuat sendiri dan memasarkannya ke toko kelontong yang ada di pasar. wanita asal Padang ini mencoba hal-hal yang lebih menarik lagi, ia mengkreasikan kembali kue-kue buatannya. Tidak hanya itu, Enny berhasil memperoleh Sertifikat Halal dari MUI. Dengan modal inilah, Enny kembali mengerahkan semangatnya untuk lebih maju lagi. Kini, pelanggan bisa memesan mulai dari kue ulang tahun/black forest, kue pengantin, roti buaya, kue basah/kering, kue keperluan pesta/arisan, snack box, roti manis, lapis surabaya, lapis legit, brownies, kue tampah, dan aneka cake lainnya. Harga yang ditawarkan pun variatif. Enny Bakrie menawarkan harga mulai dari Rp 5.000 hingga jutaan rupiah. Tentu harga itu bisa disesuaikan dengan anggaran yang Anda punya. Enny Bakery telah mempunyai tiga outlet di Depok: Jalan Nusantara Raya No. 102, Jalan Nusantara Raya No. 294, dan Jalan Tole Iskandar No. 9. Urusan omzet tak perlu ditanya, kini Enny Bakrie dapat menghasilkan omzet  Rp. 15 juta per harinya.

visi :  Kami menawarkan keunggulan dan produk terbaik, karena kami memberikan lebih dari apa yang konsumen bayarkan.
misi : Sterilisasi pada cake dan bakery adalah prioritas pertama kami agar menghasilkan cita rasa yang baik.

“Saya tidak pernah mencampurkan bahan-bahan kue yang tidak boleh dimakan kaum muslim, seperti rum, tuak, atau apapun yang memang dilarang,’’ jelasnya.

Berdoa dan bersedekah, inilah kekuatan yang Enny andalkan sejak dulu. Enny mengatakan, ia mempekerjakan anak-anak yang tidak lulus sekolah. Menurutnya, yang penting jujur dan mempunyai kemauan, dia akan mengajaknya bekerja.

No comments:

Post a Comment