Dasar Komunikasi dan Komunikasi Bisnis
Nama : Atika Devina El Dari
NPM : 11214782
Kelas : 4EA16
Pengertian dan Cakupan Komunikasi
Kata “komunikasi” berasal dari bahasa Latin, “comunis”, yang berarti
membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau
lebih. Akar katanya “communis” adalah “communico” yang artinya berbagi
(Stuart,1983, dalam Vardiansyah, 2004 : 3). Dalam literatur lain
disebutkan komunikasi juga berasal dari kata “communication” atau
“communicare” yang berarti " membuat sama" (to make common). Istilah
“communis” adalah istilah yang paling sering di sebut sebagai asal usul
kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata kata Latin yang mirip
Komuniksi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan
di anut secara sama.
Komunikasi sebagai kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris,
“communicate”, berarti (1) untuk bertukar pikiran-pikiran,
perasaan-perasaan dan informasi; (2) untuk membuat tahu; (3) untuk
membuat sama; dan (4) untuk mempunyai sebuah hubungan yang simpatik.
Sedangkan dalam kata benda (noun), “communication”, berarti : (1)
pertukaran simbol, pesan-pesan yang sama, dan informasi; (2) proses
pertukaran diantara individu-individu melalui simbol-simbol yang sama;
(3) seni untuk mengekspresikan gagasan-gagasan, dan (4) ilmu pengetahuan
tentang pengiriman informasi (Stuart, 1983, dalam Vardiansyah, 2004).
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa komunikasi berasal dari
akar kata yang maknanya selalu (1) melibatkan pertukaran simbol atau
tanda baik verbal maupun nonverbal, (2) terbangunnya relasi kebersamaan
antara komunikator dengan komunikan. Simbol atau tanda verbal seperti
bahasa lisan dan bahasa tulisan. Sementara simbol atau tanda nonverbal
seperti mimic, gerak-gerik serta suara.
Definisi Komunikasi
Pawito dan C Sardjono (1994 : 12) mencoba mendefinisikan komunikasi
sebagai suatu proses dengan mana suatu pesan dipindahkan atau dioperkan
(lewat suatu saluran) dari suatu sumber kepada penerima dengan maksud
mengubah perilaku, perubahan dalam pengetahuan, sikap dan atau perilaku
overt lainnya. Sekurang-kurangnya didapati empat unsur utama dalam model
komunikasi yaitu sumber (the source), pesan (the message), saluran (the
channel) dan penerima (the receiver).
Dari uraian tersebut, definisi komunikasi menurut Schramm tampak lebih
cenderung mengarah pada sejauhmana keefektifan proses berbagi
antarpelaku komunikasi. Schramm melihat sebuah komunikasi yang efektif
adalah komunikasi yang berhasil melahirkan kebersamaan (commonness),
kesepahaman antara sumber (source) dengan penerima (audience)-nya.
Menurutnya, sebuah komunikasi akan benar-benar efektif apabila audience
menerima pesan, pengertian dan lain-lain persis sama seperti apa yang
dikehendaki oleh penyampai.
Dari berbagai definisi komunikasi yang ada, Sasa Djuarsa Sendjaja dalam
bukunya Pengantar Ilmu Komunikasi mencoba menjabarkan tujuh definisi
yang dapat mewakili sudut pandang dan konteks pengertian komunikasi.
Definisi-definisi tersebut antara lain :
1. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). Definisi ini seperti yang dikemukakan Hovland, Janis & Kelley (1953).
2. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Komunikasi ini seperti yang dikemukakan Berelson dan Stainer (1964).
3. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?). Definisi seperti yang dikemukakan Lasswell (1960).
4. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Definisi ini seperti yang dikemukakan Gode (1959).
5. Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. Definisi ini seperti dikemukakan Barnlund (1964).
6. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Definisi ini seperti yang disampaikan Ruesch (1957).
7. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Definisi ini seperti yang dikemukakan Weaver (1949) (Zubair, 2006).
1. Komunikasi adalah suatu proses melalui mana seseorang (komunikator) menyampaikan stimulus (biasanya dalam bentuk kata-kata) dengan tujuan mengubah atau membentuk perilaku orang-orang lainnya (khalayak). Definisi ini seperti yang dikemukakan Hovland, Janis & Kelley (1953).
2. Komunikasi adalah proses penyampaian informasi, gagasan, emosi, keahlian dan lain-lain. Melalui penggunaan simbol-simbol seperti kata-kata, gambar-gambar, angka-angka dan lain-lain. Komunikasi ini seperti yang dikemukakan Berelson dan Stainer (1964).
3. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa, mengatakan apa, dengan saluran apa, kepada siapa? Dengan akibat apa atau hasil apa? (Who? Says what? In which channel? To whom? With what effect?). Definisi seperti yang dikemukakan Lasswell (1960).
4. Komunikasi adalah suatu proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang (monopoli seseorang) menjadi dimiliki oleh dua orang atau lebih. Definisi ini seperti yang dikemukakan Gode (1959).
5. Komunikasi timbul didorong oleh kebutuhan-kebutuhan untuk mengurangi rasa ketidakpastian, bertindak secara efektif, mempertahankan atau memperkuat ego. Definisi ini seperti dikemukakan Barnlund (1964).
6. Komunikasi adalah suatu proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Definisi ini seperti yang disampaikan Ruesch (1957).
7. Komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat mempengaruhi pikiran orang lainnya. Definisi ini seperti yang dikemukakan Weaver (1949) (Zubair, 2006).
Unsur-unsur dalam Komunikasi
Dari pengertian
komunikasi yang telah dikemukakan, jelas bahwa komunikasi antar manusia hanya
bias terjadi, jika ada seseorang yang menyampaikan pesan kepada orang lain
dengan tujuan tertentu, artinya komunikasi hanya bisa terjadi kalu didukung oleh
adanya sumber, pesan, media, penerima dan efek. Unsur-unsur ini juga bisa
disebut komponen atau elemen komunikasi.
Terdapat
beberapa macam pandangan tentang banyaknya unsur atau elemen yang mendukung
terjadinya komunikasi. Ada yang menilai bahwa proses tejadinya komunikasi.
Cukup di dukung oleh tiga unsur, sementara ada juga yang menambahkan umpan
balik dan lingkungan selain lima unsur yang telah disebutkan.
Arestoteles,
ahli filsafat Yunani Kuno dalam bukunya Rhetorica menyebut bahwa suatu proses komunikasi memerlukan
tiga unsur yang mendukungnya, yakni siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan,
dan siapa yang mendengarkan. Pandangan Arestoteles ini oleh besar pakar
komunikasi dinilai lebih tepat untuk mendukung suatu proses komunikasi public
dalam bentuk pidato atau retorika. Hal ini bisa dimengerti, karena pada zaman
Arestoteles retorika menjadi bentuk komunikasi yang sangat popoler bagi
masyarakat Yunani.[4]
Beberapa unsur-unsur terjadinya komunikasi antara lain:
a.
Sumber
Semua pristiwa
komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi.
Dalam komunkasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa
juga dalam bentuk kelompok misalnya, partai, organisasi atau lembaga. Sumber
sering disebut pengirim, komunikator atau dalam bahasa inggrisnya Source, sencer atau encoder.
b.
Pesan
Pesan yang
dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim
kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka atau melalu
media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi,
nasehat atau propaganada. Dalam bahasa inggris pesan biasanya diterjemahkan
dengan kata message, cantent atau information.
c.
Media
Media yang dimaksud disini ialah alat yang
digunakan untuk memindahkan pesan dari sumber kepada penerima. Terdapat beberapa
pendapat mengenai saluran atau media. Ada yang menilai bahwa media bisa
bermacam-macam bentuknya, misalnya dalam komunikasi antarpribadi, pancaindra
dianggap sebagai media komunikasi.
Selain indra
manusia, ada juga saluran komunikasi seperti telepon, surat, telegram, yang
digolongkan sebagai media komunikasi antarpribadi.[5] Dalam
komunkasi massa, media adalah alat yang dapat menghubungkan antara sumber dan
penerima yang sifatnya terbuka, di mana setiap orang dapat melihat, membaca,
dan mendengarnya.
Media dalam
komunikasi massa dapat dibedakan atas dua macam, yakni media cetak dan media
elektronik. Media cetak seperti halnya surat kabar, majalah, buku, leaflet,
brosur, stiker, bulletin hand out, poster, spanduk, dan sebagainya. Sementara itu
media elektronik antara lain: radio, film, televise, vedio recording, computer,
electronic board, audio cassette dan semacamnya.
Berikut
perkembangan teknologi komunikasi khusunya di bidang komunikasi massa
elektronik massa elektronik yang begitu cepat, media massa elektronik makin
banyak bentuknya, dan makin mengaburkan batas-batas untuk membedakan antara
media komunikasi massa dan komunikasi antarpribadi. Hal ini disebabkan karena
makin canggihnya media komunikasi iru sendiri yang bisa dikombinasikan
(multimedia) antar satu sama lainnya.
Media
komunikasi seperti diatas, kegiatan dan tempat-tempat yang banyak ditemui dalam
masyarakat pedesaan, bisa juga dipandang sebagai media komunikasi social,
misalnya rumah-rumah ibadah, balai desa, panggung kesenian, dan pesta rakyat.
d.
Penerima
Penerima adalah
pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber. Penerima bisa
terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelompok, partai atau Negara.
Penerima bisa
disebut dengan berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan,
atau dalam bahasa inggris disebut audience atau receiver. Dalam proses
komunikasi telah dipahami bahwa keberadaan penerima adalah akibat karena adanya
sumber. Tidak ada penerima jika tidak ada sumber.
Penerima adalah
elemn penting dalam proses komunikasi, karena dialah yang menjadi sasaran dalam
komunikasi. Jika suatu pesan tidak diterima oleh penerima, akan menimbulkan
berbagai macam masalah yang sering kali menuntut perubahan, apakah pada sumber
, pesan, atau saluran.
Kenallah
khalayakmu adalah prinsip dasar dalam berkomunikasi. Karena mengetahui dan
memahami karakteristik penerima ( khalayak ), berarti suatu peluang untuk mencapai
keberhasilan komunikasi.[6]
e.
Pengaruh atau efek
komunikasi
Efek komunikasi
adalah situasi yang diakibatkan oleh pesan komunikator oleh diri komunikannya.
Efek komunikasi ini berupa afek psikologis yang terdiri dari tiga hal:[7]
Ø Pengaruh
kognitif yaitu bahwa komunikasi,
seseorang menjadi tahu tentang sesuatu (memberikan informasi),
Ø Pengaruh
efektif yaitu bahwa dengan pesan yang disampaikan terjadi perubahan perasaan
dan sikap.
Ø Pengaruh
kognitif yaitu pengaruh yang berupa tingkah laku dan tindakan.
Pengaruh atau
efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh
penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa terjadi pada
pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang ( De Fleur,1982). Oleh karena
itu, pengaruh bisa juga diartikan
perubahan atau penguatan keyakinan pada pengetahuan, sikap dan tindakan
seseorang sebagai akibat penerimaan pesan.
f.
Tanggapan Balik
Ada yang
beranggapan bahwa umpan balik sebenarnya adalah salah satu bentuk daripada
pengaruh yang berasala dari penerima. Akan tetapi sebenarnya umpan balik bisa juga berasal dari
unsur yang lain seperti pesan dan media, meski pesan belum sampai pada
penerima. Misalnya sebuah konsep surat yang memerlukan perubahan-perubahan
sebelum dikirim, atau alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan itu
mengalami gangguan sebelum sampai ke tujuan. Hal-hal seperti itu menjadi
tanggapan balik yang diterima oleh sumber.
g.
Lingkungan
Lingkungan atau
situasi ialah factor-faktor tertentu yang dapat memengaruhi jalannya
komunikasi. Factor ini dapat digolongkan atas empat macam, yakni: a) Lingkungan
fisik adalah lingkungan yang menunjukkan bahwa suatu proses komunikasi hanya
bisa terjadi kalau tidak terdapat rintangan fisik, misalnya geografis.
Komunikasi sering kali sulit dilakukan karena factor jarak yang begitu jauh, di
mana tersedia fasilitas komunikasi seperti telepon, kantor pos atau jalan raya.[8] b)
Lingkungan social budaya adalah lingkungan yang
menunjukkan factor sosial budaya, ekonomi dan politik yang bisa menjadi
kendala terjadinya komunikasi, misalnya kesamaan bahasa, kepercayaan, adat
istiadat, dan status social. c) Lingkungan psikologis adalah pertimbangan
kejiwaan yang digunakan dalam berkomunikasi, misalnya menghindari kritik yang
menyinggung perasaan orang lain, menyajikan materi yang usia khalayak. dan d) Sedangkan
demensi waktu menunjukkan situasi yang tepat untuk melakukan kegiatan
komunikasi. Banyak proses komunikasi tertunda karena pertimbangan waktu, misalnya musim. Namun perlu diketahui
demensi waktu maka informasi memiliki nilai.
Jadi, setiap
unsur memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun proses komunikasi.
Bahkan ketujuh unsur ini saling bergantung satu sama lain. Artinya tanpa
keikutsertaan satu unsur akan memberi
pengaruh pada proses jalannya komunikasi.[9]
Awal tahun
1960-an, David K. Berlo membuat formula komunikasi yang lebih sederhana yang
dikenal dengan ”SMCR”, yaitu: Source (pengirim), Message (pesan), Channel
(saluran-media) dan Receiver (penerima).[10]
Perkembangan terakhir adalah munculnya pandangan dari Joseph de Vito K. Sereno
dan Erika Vora yang menilai factor lingkungan merupakan unsur yang tidak kalah
pentingnya dalam mendukung terjadinya proses komunikasi.
Dari paparan
yang telah diuraikan di atas, untuk dapat terjadi proses komunikasi, minimal
terdiri dari tiga unsur utama:[11]
-Pengirim pesan
(komunikator).
-Penerima pesan
(komunikan).
- Pesan itu
sendiri.
Namun
komunikasi komunikasi bukan semata terdiri dari tiga unsur di atas. Ketiga
unsur di atas hanya sebagai unsur dasar saja, akan tetapi dalam proseskomunikasinya
dapat mengandung lebih dari unsur-unsur tersebut sebagaimana telah dijelaskan
sebelumnya.
Contoh
Komunikasi dalam bentuk surat-menyurat: seorang anak misalkan si A kuliah di
Universitas Negeri Jakarta, dimana si A berasal dari Negeri yang jauh, misalkan
dari Sulawesi, kemudian Si A mengirimkan surat kepada orang tuanya bahwasannya
si A mendapat beasiswa. Kemudian orang tua si A menerima surat tersebut dan
membacanya, lalu orang tua Si A menangis terharu atas isi surat yang
diterimanya hingga meneteskan air mata bahagia. Kemudian orang tua si A membalas
surat tersebut.
Dalam contoh di
atas dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur komunikasi yang terdapat di dalamnya
adalah sebagai berikut:
- Penulis atau Si
A sebagai penyampai pesan
- Pesan yang Si A
tulis tersampaikan
- Surat adalah
sebagai media pengantar pesan
- Orang tua
penulis sebagai penerima pesan dan
- Efek atau
pengaruh pesan yang membuat orang tua penulis terharu.
Bentuk Dasar dari Komunikasi
Menurut Purwanto (2011:5), . Pada dasarnya, terdapat 2
bentuk dasar komunikasi dalam dunia bisnis, yaitu komunikasi verbal dan
nonverbal.
1. Komunikasi
verbal merupakan salah satu bentuk komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan
bisnis kepada pihak lain baik tertulis (written) maupun lisan (oral).
Komunikasi verbal ini memiliki struktur teratur dan terorganisasi dengan baik,
sehingga tujuan penyampaian pesan-pesan bisnis dapat tercapai dengan baik.
Dalam dunia bisnis, beberapa contoh komunikasi verbal yakni: penyampaian pesan
melalui surat, memo, teknologi komunikasi modern, rapat pimpinan, briefing
kepada karyawan, wawancara kerja, dan presentasi, dan lain-lain.
2. Komunikasi
Nonverbal. Berdasarkan teori antropologi, sebelum manusia menggunakan
kata-kata, mereka telah menggunakan komunikasi nonverbal dalam gerakan-gerakan
tubuh, bahasa tubuh (body language) sebagai alat untuk berkomunikasi dengan
orang lain. Contoh sederhana komunikasi nonverbal : sikap seseorang yang secara
spontan mengerutkan dahi, raut muka yang berubah, atau mata berkedip-kedip
tanpa disengaja dan tak pernah direncanakan sebelumnya. Contoh lainnya, disaat
Anda memperoleh kabar bahwa anak kesayangan anda satu-satunya mendapatkan
penghargaan sebagai juara pertama dalam lomba tingkat nasional atau
internasional! Bagaimana reaksi anda pada saat itu? Senang bercampur haru, Atau
melihat ekspresi wajah rekan Anda yang menghadapi masalah, kesusahan maupun mereka
yang senang atau gembira.
Bisnis dalam Pandangan Komunikasi
ada tiga tujuan komunikasi bisnis
yaitu; memberi informasi (Informing) persuasi (persuading) dan melakukan
kolaborasi, (collaborating) dengan audiens (pelanggan).
a. Memberi Informasi
Tujuan pertama dalam komunikasi bisnis
adalah memberikan informasi yang berkaitan dengan dunia bisnis kepada pihak
lain, contoh seorang pemimpin perusahaan ingin mendapatkan pegawai yang
diharapkan, maka Dia memasang iklan melalui mass media, memasang websitus/situs
di jalur internet, dalam hal ini setiap media mempunyai kelebihan dan
kekurangan dilihat dari jangkauan dan biayanya, untuk itu harus memilih media
mana yang akan dipilih. Dan itu tergantung pada kebijakan perusahaan dengan
melihat kemampuan internal perusahaan tersebut. Contoh yang lain misalnya
sebuah Departemen Store memasang tulisan discotn besar-besaran pada produknya.
b. Memberi Persuasi
Tujuan kedua komunikasi bisnis adalah
memberikan persuasi kepada pihak lain agar apa yang disampaikan dapat dipahami
dengan baik dan benar, hal ini sering dilakukan terutama yang berkaitan dengan
penegasan konfi rmasi pesanan pelanggan atau negoisasi dengan pelanggan, agar
kedua pihak memperoleh manfaat secara bersama-sama tanpa ada yang merasa
dirugikan.
c. Melakukan Kolaborasi
Tujuan ketiga dalam komunikasi bisnis
adalah melakukan kolaborasi, atau kerja sama bisnis antara seseorang dengan
orang lain, melalui jalinan komunikasi bisnis tersebut seseorang dapat dengan
mudah melakukan kerja sama bisnis, saat sekarang seiring dengan pesatnya
kemajuan teknologi komunikasi maka seseorang dapat menggunakan berbagai media
telekomunikasi seperti telpon, faksimile, telpon seluler, internet surat
elektronik, teleconference. Teknologi komunikasi tersebut sangat penting
artinya dalam pererat kerja sama bisnis.
Daftar Pustaka
Pawito, dan C Sardjono. Teori-Teori
Komunikasi. Buku Pegangan Kuliah Fisipol Komunikasi Massa S1 Semester
IV. Surakarta: Universitas Sebelas Maret, 1994
Vardiansyah, Dani. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ke-1. Bogor: Ghalia Indonesia, 2004
AW. Widjaya. Komunikasi
dan Hubungan Masyarakat, Jakarta : Bumi Aksara, 1993
Purwanto,
Djoko. Komunikasi Bisnis.
Jakarta : Erlangga, 2011.
No comments:
Post a Comment