Friday, October 27, 2017

Tugas Softskill Komunikasi Bisnis (Review Perbandingan 2 Jurnal)

REVIEW JURNAL
" Teknologi Informasi dalam Komunikasi Bisnis "



Nama : Atika Devina El Dari
NPM : 11214782
Kelas : 4EA16


Judul : PENGELOLAAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK  PERGURUAN TINGGI
BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK)
Jurnal : Jurnal  Penelitian Pendidikan
Volume dan Halaman : Vol. 12 No. 1
Tahun : April 2011
Penulis : Etin Indrayani Dosen IPDN, Mahasiswa S3 Adpend UPI

ABSTRAK
Efektivitas aplikasi TIK dalam proses manajemen kelembagaan sering terhambat oleh banyak faktor non teknis yang tidak dipersiapkan lembaga. Mulai dari penyiapan orang, budaya, mekanisme organisasi, bahkan teknis pemeliharaannya. Tak selamanya SIA yang berbasis TIK bisa meningkatkan kinerja pengelolaan administrasi akademik, manakala lembaga hanya menganggap bahwa implementasi TIK untuk SIA hanya sekedar menyiapkan perangkat keras TIK. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana sumbangan efektivitas manajemen SIA (X1), budaya TIK (X2), ketersediaan fasilitas TIK(X3), dan kualitas SDM SIA (X4) terhadap kinerja perguruan tinggi (Y). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, populasi dalam penelitian ini melibatkan 22 perguruan tinggiyang ada  di Kota Bandung yang mengadaptasikan TIK dalam sistem administrasi akademiknya dan yang mengelola program strata-1 (S1). Untuk sampel kelembagaan, dengan menggunakan Proportionate random sampling (Sampel Acak secara Proporsional), didapat 18 perguruan tinggi yang terdiri dari 8 universitas, 3 institut, dan 7 sekolah tinggi. Sampel dosen dan mahasiswa masingmasing sebanyak 988 orang dosen dan 1579 orang mahasiswa. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data yang telah terkumpul dianalisa dengan analisis deskriptif analitik, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur atau path analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut manajemen lembaga, semua variabel secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y sebesar 71,35%. Menurut dosen berpengaruh signifikan dengan besarnya sumbangan sebesar 77,5%, dan menurut mahasiswa berpengaruh signifikan sebesar 83,0%.


METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik yang berjenis survei dengan pendekatan kuantitatif untuk mengkaji  hubungan dan pengaruh antar variabel yakni tentang pengaruh efektivitas manajemen SIA (X1), budaya TIK (X2),ketersediaan fasilitas TIK X3), dan kualitas SDMSIA (X4) terhadap kinerja perguruan tinggi (Y) dan dampaknya terhadap prestasi akademik mahasiswa (Z) pada perguruan tinggi di Kota Bandung yang dijadikan objek penelitian. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik statistik, baik statistik deskriptif ataupun inferensial untuk eksplanasi. Statistik deskriptif digunakan untuk menggambarkan/ menyajikan data tentang keterlaksanaan sistem informasi akademik yang berbasis TIK di lembaga (perguruan tinggi), serta deskripsi tentang efektivitas manajemen Sistem Informasi Akademik, Budaya TIK, Ketersediaan Fasilitas TIK, Kualitas SDM Sistem Informasi Akademik, kinerja perguruan tinggi, dan prestasi akademik mahasiswa. Statistik inferensi digunakan untuk menguji beberapa hipotesis yang diajukan.
Analisis inferensial yang dilakukan terhadap hipotesis penelitian dinyatakan dalam bentuk hipotesis nihil. Teknik statistik ini tidak langsung untuk menguji hipotesis alternatif, tetapi akan digunakan untuk menolak atau menerima hipotesis nihil. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan studi dokumentasi. Angket menjadi alat utama, yang terdiri dari angket untuk para kepala pengelola biro akademik dan pengelola sistem informasi kelembagaan, para pelaksana sistem informasi akademik, dosen dan mahasiswa. Metode dokumentasi untuk menjaring data data yang relevan dengan subjek penelitian yang sudah terdokumentasikan, seperti hasil studi mahasiswa,organigram, dan dokumen terkait lainnya.  Data kualitatif yang didapat, juga akan dijadikan sandaran dalam melakukan pemaknaan secara logis melalui induktif atas penafsiran data kuantitatif. Ini juga ditujukan untuk menemukan pola atau kecenderungan dan sebagainya.

KELEBIHAN
Pengembangan sistem informasi akademik yang efektif, budaya TIK, ketersediaan Fasilitas TIK,dan Kualitas SDM SIA memberikan kontribusi yang tinggi terhadap kinerja lembaga secara umum. Efektivitas manajemen SIA, Budaya TIK,Ketersediaan Fasilitas TIK, dan Kualitas SDM SIA secara bersama-sama berpengaruh terhadap Kinerja Perguruan Tinggi  pada semua kategori penilaian baik menurut manajemen lembaga, dosen
dan mahasiswa. Kualitas SDM SIA memberikan kontribusi pengaruh yang paling dominan dibandingkan variabel-variabel lainnya pada pengelolaan SIA PT dalam mempengaruhi kinerja perguruan tinggi. Kontribusi tidak langsung efektivitas manajemen SIA memberikan pengaruh yang positif  terhadap kinerja lembaga melalui variabel SDM SIA. Hal ini mengambarkan bahwa aspek manusia memegang. peranan penting dalam implementasi SIA terutama dalam menentukan kinerja lembaga meliputi jumlah orang yang menangani sistem, pendidikan dan pengalaman yang mereka miliki terkait dengan bidang yang mereka selenggarakan. Jika dicermati kontribusi tidak langsung SDM SIA melalui variabel efektivitas manajemen SIA terhadap kinerja perguruan tinggi bisa dikaitkan dengan kepuasan pengguna. Ketika para pekerja puas terhadap sistem informasi dan mengintegrasikan sistem informasi ke rutinitas mereka, maka sistem informasi menjadi efektif.

Kepuasaan mereka ini ditentukan oleh dua hal yaitu mutu sistem informasi dan mutu informasi. Mutu sistem informasi mengacu pada kemudahan penggunaannya. Jika pekerja atau pegawai menganggap suatu sistem informasi mudah digunakan maka sistem informasi tersebut bisa dikatakan bermutu tinggi.  Mutu informasi, disisi lain mengukur derajat informasi yang dihasilkan sistem informasi akurat dan dalam format yang dikehendaki oleh pengguna. Kontribusi kualitas SDM SIA melalui variabel budaya TIK memberikan pengaruh yang positif terhadap kinerja. Kompetensi pekerja yang tinggi memberikan keyakinan bahwa pemanfaatan sistem informasi berbasis TIK akan memberikan banyak kemudahan dalam menghasilkan layanan yang berkualitas. Hal ini tentu akan semakin mendorong para pegawai semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja melalui integrasi sistem dalam pelaksanaan tugas dan semakin memunculkan kreativitas dalam menghasilkan layanan-layanan yang bermutu kepada pengguna.


KEKURANGAN

Tetapi dari sampel dosen, setelah diuji secara simultan ternyata faktor manajemen SIA, budaya TIK, ketersediaan fasilitas, dan kualitas sumber daya manusia  tidak signifikan berpengaruh terhadap prestasi belajar mahasiswa.  Hal ini bisa dijelaskan dari konteks subjektif bahwa kehadiran sistem informasi akademik hanya berdampak pada sistem pelayanan pada mahasiswa/dosen/atau stakeholder yang tidak terkait dengan implementasi kurikulum dimana produk akhirnya adalah capaian atas  serapan   materi/substansi   kurikulum  yang disampaikan dosen dalam bentuk prestasi akademik. Variabel efektivitas manajemen SIA yang diukur melalui parameter perencanaan organisasi SIA, Implementasi SIA, monitoring dan evaluasi,kualitas informasi yang dihasilkan serta kualitas sistem memberikan kontribusi pengaruh secara
langsung terhadap kinerja lembaga dikategorikan rendah. Pengaruh tidak langsung melalui variabel budaya TIK justru memberikan kontribusi yang negatif. Hal ini mencerminkan bahwa efektivitas implementasi SIA berbasis TIK mensyaratkan bahwa semua orang telah dalam kondisi siap dalam hal ketrampilannya, sikapnya, persepsinya serta iklim kerjanya. Apabila hal tersebut belum dipenuhi maka hal ini dapat memberikan kontribusi yang negatif bagi kinerja lembaga. Hal ini sejalan dengan pendapat Jasperson dkk (2005) bahwa apabila implementasi TIK yang dijalankan lembaga kurang memperhatikan aspek budaya yaitu budaya baru orang-orang ataupun organisasi karena kehadiran TIK dalam lingkungan mereka maka hal ini akan mengakibatkan inefektivitas dan inefisiensi implementasi TIK pada berbagai aspek manajemen terjadi. Efektivitas SIA dalam menunjang kinerja lembaga akan berkurang kontribusinya jika fasilitas sarana dan infrastruktur TIK tidak dalam kondisi yang memadai. Keterbatasan fasilitas dan infrastruktur TIK pada beberapa perguruan tinggi yang dikaji terutama disebabkan karena keterbatasan anggaran dalam memenuhi perangkat perangkat pendukung yang dipersyaratkan. Investasi TIK dalam proses manajemen SIA membutuhkan biaya yang banyak meskipun investasi TIK telah menjadi trend di setiap organisasi saat ini. Beberapa perguruan tinggi masih dalam tahap awal dalam implementasi TIK ini.



Judul : Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Tugas Akhir Ber basis Short Message Service(SMS) Gateway di Fasilkom Unsri
Volume dan Halaman : Vol. 1, No. 2
Tahun : September 2011
Penulis : Ali Ibrahim


ABSTRAK
Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology ICT) telah merambah berbagai bidang kehidupan tidak terkecuali bidang pendidikan dan pengajaran. Dengan perkembangan ICT setiap orang dapat mengolah, memproduksi serta mengirimkan ataupun menerima segala bentuk pesan komunikasi dimana saja dan kapan saja, seolah-olah tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Salah satu fasilitas telepon seluler yang banyak dipakai saat ini adalah SMS. Sebanyak 70% penduduk Indonesia menggunakan telepon seluler atau sekitar 150 juta jiwa. Kenyataan ini merupakan peluang bagi institusi pendidikan untuk menyelenggarakan proses transfer informasi. Dengan memanfaatkan perangkat bergerak, transfer informasi dapat dilakukan lebih cepat, akurat, efisien dan efektif. Makalah ini menyajikan pengembangan sistem informasi monitoring Tugas Akhir yang dapat membantu administrasi jurusan: (1) memberikan status proposal tugas akhir mahasiswa, (2) memberikan informasi jadwal seminar kepada mahasiswa, dan (3) mengingatkan mahasiswa yang proposalnya sudah diterima tapi belum diproses.


METODELOGI
Ada empat tahapan  yang digunakan dalam  penelitian ini  yaitu: (1) Analisa permasalahan, (2) Arsitektur dan diagram alir, (3) Pengembangan perangkat lunak, (4) Keluaran.
1 Analisa Permasalahan
Pada tahap analisa permasalahan dilakukan tahap awal yaitu menganalisa permasalahan yang nantinya berujung dengan penyelesaian masalah secara teoritis dan analisis. Proses yang dilakukan adalah melakukan penelusuran literatur dan diskusi dengan tim penelitian dengan tujuan untuk memperjelas dan mendapatkan  job-desc  yang jelas dari masing-masing persoalan dan penyelesaian. Pada tahap ini problem dipecahkan kemudian akan dibuatkan alat uji berupa perangkat lunak.
2 Arsitektur dan Diagram Alir Sistem
secara detailnya adalah sebagai berikut:
(a) Mahasiswa membuat proposal tugas akhir dan dilanjutkan mengumpulkan proposal tugas akhir ke administrasi jurusan.
(b) Administrasi jurusan akan menyerahkan proposal tugas akhir kepada Ketua Jurusan. Ketua jurusan akan membahas proposal dengan beberapa dosen.
(c) Ketua jurusan memberikan status proposal, apakah diterima (tanpa revisi), diterima (dengan revisi) atau ditolak.
(d) Administrasi melalui sistem  akan menginformasikan kepada mahasiswa tentang status proposal melalui SMS, yang dikirm dari sistem. Seandainya diterima dengan revisi maka administrasi akan menginformasikan batas waktu revisinya.
(e) Selain itu bagi mahasiswa yang belum mendapatkan informasi status proposalnya bisa langsung SMS dengan  telepon dan akan langsung diterima oleh administrasi jurusan, dan administrasi jurusan bisa langsung membalas dan langsung di terima oleh mahasiswa.
(f) Dosen pembimbing bisa memberikan informasi kepada mahasiswa bimbingannya, selain itu dosen pembimbing juga bisa saling berkomunikasi dengan mahasiswa bimbingan melalui SMS dan sistem yang di bangun.
(g) Administrasi juga bisa memberikan informasi kepada dosen pembimbing tentang jadwal seminar, jadwal sidang tugas akhir

3 Pengembangan Perangkat Lunak
Pengembangan perangkat lunak yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode  incremental  model.  Metode  ini  dapat melakukan pengerjaan tahapan proses secara paralel, tahap yang satu tidak harus
menunggu tahap yang lainnya. Ada lima tahap dalam metode  ini  yaitu kumunikasi, perancanaan,  pemodelan (analysis  and design),  construction  dan deployment.

KELEBIHAN

(1) memberikan status proposal tugas akhir mahasiswa, (2) memberikan informasi jadwal seminar kepada mahasiswa, (3) mengingatkan mahasiswa yang proposalnya sudah di terima tapi belum di proses. Selain itu dosen pembimbing dapat mengingatkan atau menginformasikan kepada mahasiswa bimbingannya agar segera untuk menyelesaikan tugas akhir, memotivasi dan memberi support kepada mahasiswa. Kelebihan yang lain pada sistem yang akan dibuat adalah dapat mengirimkan SMS balasan atau  request  status proposal mahasiswa, mengirimkan SMS jadwal ujian tugas akhir, mengirimkan SMS early message kepada mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji bahwa ujian akan dimulai satu jam lagi, mengirimkan SMS nilai ujian akhir mahasiswa. Dengan demikikan model sistem informasi menjadi lebih interaktif baik antar administrasi ke mahasiswa, mahasiswa ke dosen pembimbing,  mahasiswa ke Ketua Jurusan, sehingga dengan adanya perangkat lunak sistem informasi monitoring tugas akhir berbasis SMS Gateway di Fasilkom Unsri dapat mempersingkat waktu dalam memperoleh dan memberikan informasi.

KEKURANGAN

Kegiatan administrasi jurusan tersebut memiliki beberapa kendala dan terlihat kurang efisien, dan tidak efektif. Hal ini terlihat seperti sistem informasi masih belum dapat melacak posisi proposal saat dalam proses pengajuan hingga selesai, sehingga menyebabkan mahasiswa harus sering ke kampus untuk menanyakan status proposalnya, dan untuk melihat jadwal ujian  akhir. Selain itu administrasi harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Ketua Jurusan jika ada mahasiswa yang menanyakan status proposalnya. Akibatnya kinerja
administrasi terlihat kurang efektif.










No comments:

Post a Comment